PKS Tolak Koalisi Tanpa Perahu
- Saturday, 3 October 2009, 20:09
- Dari Redaksi
- 270x dibaca
- Isi Komentar
BANJARMASIN, KP – Semakin dekatnya gelaran Pilkada Provinsi Kalsel, membuat sejumlah calon yang telah menasbihkan diri maju, terus melakukan pendekatan ke sejumlah Parpol.
Begitu pula halnya dengan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kalsel, yang terus menerima berbagai lobi politik. Namun menurut Dewan pertimbangan PKS Ibnu Sina, Idealnya bagi PKS dalam Pilkada nanti adalah mengusung kader sendiri.
Tentang koalisi yang akan dibangun PKS nantinya, Ibnu Sina menegaskan syarat utama bagi calon yang ingin berkoalisi adalah membawa perahu politiknya.
Menurutnya hal itu dilakukan untuk menambah persentase suara dalam mengusung sepasang calon kepala daerah, sebagaimana aturan yang telah ditetapkan calon kepala daerah harus didukung 15 persen perolehan suara dari Pemilu legislatif.
PKS Kalsel yang dalam Pemilu lalu perolehannya tidak mencapai 15 persen perolehan suara secara keseluruhan, tentunya memerlukan pasokan suara dari mitra koalisi.
“Syarat utama kami dalam membangun koalisi adalah calon yang mengajukan diri untuk bermitra harus membawa serta perahunya,” tegas Ibnu Sina.
Dari sejumlah nama yang masuk dan mendaftarkan secara resmi kepada PKS nantinya akan disaring dan mengerucut pada dua hingga tiga nama.
Calon yang tersisa tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS yang selanjutnya akan digodok kembali oleh tim sembilan untuk diputuskan.
“Walau bagaimana keputusan dalam menentukan calon yang akan diusung oleh PKS dalam Pilkada nanti tetap di tangan DPP PKS, dan idealnya bagi PKS adalah mengusung kader sendiri,” ujar anggota DPRD Prov Kalsel ini.
Namun, Ibnu juga mengakui bahwa setiap sesuatu bisa saja terjadi dalam politik, mengikuti perkembangan dan dinamika politik yang ada.
Hingga saat ini partainya telah menerima satu lamaran resmi dari Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar, dan lobi-lobi politik dari Rosehan NB, Rudy Resnawan dan Syahrani Mataja.
“Namun lobi politik yang dilakukan bersama PKS ini sifatnya masih sangat prematur, karena pembicaraan hanya sebatas pendekatan dan penjajakan,” beber Ibnu sina.
Sementara, PKS sendiri memiliki beberapa kader yang dikabarkan akan mengisi bursa calon Pilkada, seperti Habib Aboe Bakar, dan ketua DPW PKS Provinsi Kalsel Riyadi.
Di samping itu, DPW PKS Kalsel juga masih menunggu Rapimnas PKS yang rencananya digelar pada 9 hingga 11 Oktober, yang salah satu agendanya adalah evaluasi dari Pemilu Pileg dan Pilpres yang lalu, serta perencanaan Pilkada.
Pada saat itulah nantinya, ujar Ibnu, akan dirumuskan seberapa besar prioritas kader dalam Pemilihan Kepala Daerah.(dan/K-3)
Sumber: Kalimantan Post
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!