Kandidat Saling Senti
- Monday, May 17, 2010, 16:50
- Liputan Media
- 433x dibaca
- Isi Komentar
Penyampaian visi misi calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) Kalsel diwarnai saling `sentil’ terhadap kebijakan yang telah dilakukan pemerintah daerah, terutama masa kepemimpinan H Rudy Ariffin.
Hal ini terlihat pada penyampaian visi misi pada sidang paripurna istimewa dewan, yang dilakukan lima pasangan cagub-cawagub Kalsel periode 2010-2015, mengawali masa kampanye Pemilukada Kalsel, Minggu (16/5), di Banjarmasin.
Pasangan H Khairil Wahyuni dan H Alwi Sahlan (Khawal) mengkritik masalah indeks pembangunan manusia (IPM) Kalsel yang masih rendah, yakni di urutan 26 dari 33 provinsi, padahal memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar.
“Tidak pantas bagi provinsi kaya seperti Kalsel memiliki IPM yang rendah, dibandingkan provinsi lainnya,’’ kata Khairil Wahyuni, yang mendapatkan giliran pertama menyampaikan visi misinya.
Hal ini menunjukkan tingkat kesejahteraan Kalsel masih rendah, dan tingginya pertumbuhan ekonomi didominasi batubara, namun Kalsel justru krisis listrik, dengan banyaknya batubara yang dijual ke luar daerah. “Kita akan merubah pradigma dengan menjadikan Kalsel lumbung energi nasional, dan batubara digunakan bagi pembangkit di daerah ini,’’ tambahnya.
Sedangkan pasangan H Sjahrani Mataja dan H Faried Hasan Aman (Safa) lebih menekankan pelayanan kepada masyarakat, dan memperbaiki sektor pendidikan dan kesehatan. “Kita prioritaskan agar Kalsel tidak bodoh dan tidak sehat, dengan perbaikan pendidikan dan kesehatan, dalam rangka meningkatkan kualitas sdm ke depan,’’ tambah Bupati Kotabaru ini.
Selain itu, juga mempermudah birokrasi, seperti pengurusan KTP, KK dan akte kelahiran gratis, serta masuknya investasi baru. “Kalsel sekarang sudah maju, bahkan meningkat dalam lima tahun terakhir. Jadi terima kasih kepada Rudy Ariffin, saya atau beliau yang menang sama saja,’’ ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Pasangan H Rudy Ariffin dan H Rudy Resnawan (Dua Rudy) menyampaikan visi misi untuk menjadikan Kalsel berkembang, sehingga lebih maju, unggul, sejahtera dan damai, dengan melanjutkan pembangunan yang ada, agar masyarakat lebih sejahtera lagi.
“Kita bermunajad, dengan mengharapkan petunjuk, ridho dari Allah agar Kalsel berkembang,’’ ujar Gubernur Kalsel ini.
Sementara pasangan HM Rosehan NB dan H Syaiful Rasyid (Rossa), menyampaikan visi Mandiri, yakni maju, aman, dinamis dan religius, yang diwujudkan dalam beberapa hal pokok untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan, kompetensi, serta seni budaya dan olahraga.
Terakhir, pasangan H Zairullah Azhar dan Habib Aboe Bakar Al Habsy (ZA) lebih memaparkan masih banyaknya warga Kalsel yang hidup dalam kemiskinan dengan penghasilan rendah sekitar Rp40 ribu-Rp50 ribu per bulan.
Di samping itu, IPM Kalsel rendah, walaupun APK dan APM meningkat, namun untuk lulus SD memerlukan waktu 7,4 tahun. Belum lagi masalah kesehatan, dengan rasio tenaga kesehatan dengan yang dilayani masih sangat jauh. “Juga penghasilan guru yang telah mengabdi 15 tahun, hanya sekitar Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per bulan,’’ ujar Bupati Tanah Bumbu ini.
Kondisi ini berdampak pada rendahnya daya saing Kalsel, dimana hanya empat kabupaten yang masuk 100 besar daya saing di Indonesia. Bahkan Kabupaten HST hanya menempati posisi 351.
Untuk itu, Kalsel harus berubah, agar bisa sejahtera dan bermartabat degan membangun sdm, infrastruktur maupun penguatan pemerintahan, dengan adanya otonomi desa.
“Khusus infrastruktur memang sudah dibenahi, namun jalan provinsi masih belum tersentuh, bahkan di Tanah Bumbu mencapai 97 kilometer,’’ katanya, sambil meminta maaf kepada calon incumbent.
Zairullah menegaskan, telah melakukan MoU untuk pembangunan pembangkit baru sebesar 200 MW, sehingga pada 2013 tidak ada lagi pemadaman aliran listrik di Kalsel, serta menjanjikan bantuan Rp100 juta per desa.
Anggota DPRD Kalsel, Ibnu Sina mengungkapkan, visi misi cagub-cawagub ini cukup bagus, dan program hampir sama, seperti Khawal dengan program Kalsel lumbung energi nasional, dan Safa dengan program riil. “Tetapi tidak semua yang gratis baik bagi masyarakat,’’ kata anggota Komisi III ini.
Sedangkan pasangan incumbent tidak menawarkan visi yang luar biasa, karena hanya melanjutkan pembangunan, yang sekarang sudah bagus, dan Rossa tidak bisa dipisahkan dari kepemimpinan 2R, namun menawarkan hal spesifik budaya dan olahraga.
“Kalau ZA lebih pada otonomi desa, dengan membangun mulai dari desa,’’ tambahnya. (lyn/K-2)
Sumber: kalimantanpost.com
Tentang Penulis
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!